JazzQual's Adv

Minggu, 27 Mei 2012

Goresan Tangan Tuhan yang Ke-5 di Sinai

Dunia begitu indah!!! Mari menikmatinya...


Titah ke-5 simple-nya menyebutkan mengenai kehormatan kita terhadap orang tua kita...
Aku sempat berpikir bahwa hal ini tidak perlu digembar-gemborkan.
Aku sempat berpikir bahwa hal ini tidak seheboh titah "Jangan Membunuh".
Aku sempat sempat berpikir semua orang sudah BENAR-BENAR menyelami (setidaknya memahami) hal ini.

Ternyata, oh ternyata... hal ini serumit kasus korupsi di Indonesia.
Mengingat, banyaknya kanan kiri bahkan depan belakang saya yang melupakan bahkan melawan titah ke-5 ini...

hhmm..

Tadinya aku mencoba utk 'diam' tanpa ada niat MEMBANTU. (ingat! mem-ban-tu)
Ternyata, banyak orang bagaikan balita diajarkan baca tulis. Terlalu sulit dan terlalu dasar.

Aku hanya seorang pekerja sekaligus penggila karya. Memang kebetulan aku (sementara) ini kerja di Orang Tua, tapi yang jelas yang penting bukan itu. Aku juga bukan motivator SUMBER qoute bertemakan sukses. Aku belum pernah buat buku.
Tapi, aku hanya orang yang gampang sedih dan RISIH ketika ada seseorang menyalah-nyalahkan orang tuanya. Parahnya mereka mengumumkan ke'bodoh'an mereka di publik.
Dengan tegas saya menyebut orang yang menghina dan dendam kepada orang tua mereka adalah orang BODOH. Karena, terlalu banyak hal-hal yang hilang di dasar sel-sel otaknya.
Itulah mengapa aku memunculkan tulisan ini.

{Orang- orang yang wajib dan cocok baca ini adalah: Orang galau, remaja sok cool, pencari jati diri, anak genk motor, pecandu narkoba, anak band, orang yang bawa nama keluarga di status atau tweet, yang lagi milih perguruan tinggi, yang lagi marah karena maunya tidak diturutin, dan anak yang kecanduan game dan blackberry, serta sudah lepas dari sekolah dasar.}

So,
Kenapa anda dengan berani menyatakan ketidaksukaan, kebencian, dendam, bahkan emosi anda kepada orangtua anda..??!
Mungkin anda balik bertanya, "Emanknya gue and other people gak boleh marah ya sama orang tua??!"
Aku akan menjawab sabar, "Boleh, masalahnya KAU BANGGA SEKALI BERDEKLAMASI dan PROKLAMASI ttg keburukan orang tuamu SEKALIGUS keburukanmu..."

ngerti..?!

Lalu aku lanjutkan bertanya, "emanknya loe disayat? Emanknya loe diludahin? Emanknya loe tusuk-tusuk pake piso? Emanknya loe diseret ya sama ortu loe pake kereta?!"

jawaban normal, dari orang normal, dengan kasus normal pasti TIDAK.

so, kenapa sampai anda semua tidak bisa mengendalikan mulut, jari terutama hati anda untuk menahan sumpah serapah anda??!

Ingat, Tuhan sangat tegas dan lugas mengenai ini, sampai-sampai Ia menggoreskan beberapa aturan sederhana jariNYA di batu, di antaranya ada titah pertama yang 'horizontal' yaitu di urutan ke-5. Ya, titah ke-5.

Dan, aku yakin 1000 persen, SEMUA agama mengajarkannya.
Aku yakin Gandhi, Luther King, Obama, Kiyosaki, Newton, Gates, Mario Teguh (atau Mario Bross), bahkan seorang Hitler MENGAMINI tita ke-5.
Aku dengan nyata-nyata membaca dan menelaah tulisan (dan atau kesaksian) Merry Riana dan Ippho Santosa, mengenai betapa dahsyatnya titah ke-5.

ingat ini:
"Rezeki akan datang padamu bila Orang Tua-mu MERESTUI"

Anda semua yang sedang galau ini, SEHARUSNYA bertanya dengan diri sendiri "Kenapa sampai aku tidak bisa menghormati orang tuaku ya??!"

(at least) Saya mencoba menerka dasar-dasar emosi dan kegalauan anda:
* anda sangat EGOIS
* anda masih muda
* anda butuh diperhatikan, TEPATnya kesenangan anda
* anda lebih mengagungkan gaya hidup dan teman anda
anda belum pernah kehilangan orang tua
* anda tidak sabar, dan (yang terpenting)..
ANDA LEBIH BODOH DARI ORTU ANDA

Hei, jangan lawan 2 kalimat saya berikutnya!!!
"Orang tua anda sudah lebih banyak mengkonsumsi asam garam kehidupan"
"Orang tua anda sudah mengenal anda sejak tali pusar anda belum digunting"

Mereka, sang Ortu, sudah sangat kenal anda, baik kebiasaan baik, kebiasaan buruk, bahkan kebiasaan baik dan buruk yang TIBA-TIBA ada.

Contoh:
Anda ketahuan merokok (memang benar adanya). Lalu dikte dari ortu anda adalah pertama anda berbohong dan mencoba berdalih, kedua anda bakar duit dengan bangganya. Adalah wajar bila anda digampar dan dimarahi habis-habisan.

Contoh berikutnya:
Anda baru pertama kali pulang pagi (tidak permisi pula). Yang notabene pulang pagi tidak diperlukan bila belum kerja, apalagi masih sekolah. Adalah wajar bila anda dibentak; dimarahi; lalu laptop, credit card, motor anda ditahan selama BEBERAPA hari.

Contoh berikutnya:
Anda ingin kuliah ke luar kota, mahal, swasta pula. Parahnya jurusan yang anda pilih bukan bidang anda. Selidik punya selidik ternyata kota tujuan itu sarat gaya hidup. Anda ngotot. Adalah wajar bila anda dilarang plus dimarah-marahin.

Contoh berikutnya: (biar anda PINTAR)
Anda minta jalan-jalan ke Vietnam. Sementara biaya mahal, prestasi anda di sekolah KURANG, anda banyak masalah di sekolah. Selidik punya selidik ternyata gebetan anda ada di Vietnam. Adalah SANGAT wajar bila anda dilarang, mulut ortu tepat di depan wajah bilang TIDAK dengan keras, dimarahin, dan dicerewetin.
Wajar!

"Sebelum anda marah balik, marah dulu ke diri sendiri, tapi bukan terlalu menyalahkan diri sendiri ya"

Lalu anda pasti nyahut, "Orang tua kan bisa juga salah..."

(Jangan buru-buru mulai membenarkan diri!)

Contohnya adalah saya:
Suatu kali saya dalam perjalanan pulang ke rumah. Waktu itu saya sudah bermobil. Ponsel berdering awal semua masalah. Ternyata adek saya kecopetan, ponselnya hilang. Sampai di rumah, saya langsung dimarahin, ditendang, ditampar oleh Bokap saya, lengkap dengan kalimat larangan 'jangan pakai mobil lagi'. Bayangkan betapa sakitnya kita yang TIDAK TAU APA-APA malah disalahin dan diberi kopi pahit.
Saya marah! Saya ingin meledak!!!
Bijaknya, saya marah di dalam hati, saya tahan, mencoba untuk melupakan,, hanya dengan modal "dia Orang Tua ku" investasikan ke dalam hati.

Itulah tindakan!
Tindakan tanda sayang...
walaupun tindakan tampaknya bisa meleset.
Orang tua yang sayang anaknya akan bertindak buat anaknya.

For your information:
Merry Riana, awal perjuangannya dimulai ketika ia bertekad mau membahagiakan ayah ibunya. Rezeki yang melimpah pun ia terima.

Ippho Santosa dengan tegas mengutarakan teori rezeki di bukunya. Bahwa, dengan membuat orang tua bahagia maka rezeki akan datang kepada anda.

Pertanyaan saya yang terakhir kepada anda orang galau:
Bayangkan anda punya anak. Jika anak anda melakukan kesalahan contohnya merokok, pulang pagi, balap liar, menjual motor diam-diam, dan kebodohan lainnya.., APAKAH ANDA AKAN DIAM SAJA???!

(coba jawab yang tegas dan keras! saya tidak dengar!)

ya,
Orang waras pasti menjawab TIDAK!

Ya, bertindak..
Biarkan mereka orang tua kita bertindak. Semuanya itu adalah pelajaran.
Semuanya normal dan wajar.
Lakukan argumen yang sehat, rendah hati, penuh maklum, and go with the flow.
Sekali lagi saya tanya "Anda tidak diludahin, ditikam, ditembak mati kan??!"

Cukup!

Akhirnya saya mengucapkan "patuhilah titah ke-5 dan kurangi umbar status aneh tentang keluarga di jejaring sosial"

Semua tulisan di atas berlaku HAMPIR umum, kecuali kasus orang stress yang membunuh anaknya tanpa sebab, membakar, melempar; menyinggung mengenai harta yang HUGE; keluarga orang gila; orang tua Zombie; dan lainnya,, You Know What I Mean..

Thanx So Much

(by: j-o-s-e-p / JazzQual)

sedikit tulisan original dari:
Josep T Sianturi


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan comment... ^_^